12/22/12

[FF] It's Not Like You Think


It’s Not Like You Think

Author : Biggie
Cast :
- Lime Hello Venus
- Jiyoung (GD) Big Bang
- Nam Yoo Ra (OC)
Genre : Romance
Length : Oneshoot
Rating : SU

Ini fanfiction pertama yang aku buat..mianhae kalo ada typo atau apapun yang gak kalian ngerti. Mianhae juga kalo FF ini berantakan. Pokonya happy reading aja yaa!



Lime POV
Aku berjalan dikesunyian malam… aku tak tahu berjalan kemana. Telfonku telah ku banting dan rusak. Aku tak mau mendengar suaranya.. Aku tak mau menerima panggilan darinya dan aku tak mau bertemu dengannya…
     Sekarang waktu menunjukkan pukul 3 dini hari.Aku masih terduduk disebuah ayunan kecil.Ayunan yang sering ku gunakan saat aku kecil.Aku kemari karena aku tak tahu tujuan. Aku sekarang ingin pergi meninggalkan kota ini. Aku sudah tak tahan dengan pengkhianatan yang ia lakukan…
Flashback
     Aku berjalan ke rumah Jiyoung oppa, aku membawa makanan kesukaannya. Ya..aku adalah kekasih Jiyoung oppa. Tapi kami tidak mau mempublikasikan hubungan kami karena kami tidak mau banyak gossip yang tidak tidak untuk kami.Jadi kami putuskan untuk menyembunyikan hubungan kami.
Aku menekan tombol password apartemen Jiyoung oppa, aku memang mengetahuinya sehingga aku dapat masuk ke apartemennya kapanpun aku mau.
     Ckleekkk..pintu apartemenpun aku buka. Aku tak dapat menahan tangisku. Aku melihat Jiyoung oppa berpelukan dengan wanita lain. Hatiku terasa sakit.Lebih dari sakit apapun.Tempat bekal yang kubawa, terlepas begitu saja dari tanganku dan menimbulkan sebuah suara yang membuatnya melihat padaku.
“Li..lime” ucapnya tergagap.
“Iya! Ini aku, beraninya kau mengkhianatiku dan berpelukan dengan perempuan lain!” jawabku dengan agak menangis
“Siapa dia?” Tanya perempuan yang tadi berpelukan dengannya
“Dia..ehmm.. dia temanku Yoo Ra-ya” Katanya lagi
“Apa kau bilang?Teman?Sekarang kau tidak menganggapku lagi? Baiklah,aku akan pergi dan selamat berbahagia dengannya Jiyoung-ssi” Ucapku sambil pergi dari apartemennya.
“Tunggu Lime!” Teriaknya, tapi aku tidak mau menoleh kepadanya.
      Aku tidak menyangka Jiyoung oppa berkhianat dengan orang lain, dan mengatakan bahwa aku hanya temannya. Cihh..apa hubungan kita selama 3 tahun ini tidak berarti apa-apa?. Apa kenangan kita selama ini?. Aku sungguh membencimu sekarang Kwon Ji Young!
Flashback End
     Aku menangis sambil berjalan ke laut.Aku tidak ingin pulang ke Apartemenku ataupun ke dorm.Aku sungguh ingin menenangkan hatiku dahulu hingga aku benar-benar tidak merasa sakit seperti ini. Luka yang ia berikan sungguh menyayat hatiku hingga aku seperti gila. Aku seperti menjadi seseorang yang gila sekarang.
Ku tengok jam tanganku, terlihat tulisan 4.23 a.m . Berarti sekarang hampir puku setengah lima pagi. Aku kedinginan disini.Aku tidak memakai apapun selain bajuku.Aku tidak membawa jaketku, dan bahkan aku tidak membawa uang. Lama kelamaan aku merasa pusing dan kurasa pandanganku menjadi hitam.
Jiyoung POV
     Aku merasa bersalah kepada Lime.Aku telah mengkhianatinya.Tapi sungguh aku tidak berniat untuk menyakiti hatinya.Aku dengan Nam Yoo Ra dijodohkan oleh kedua orang tua kami.Ibuku ingin aku menjadi kekasih Yoo Ra, dan ibuku menyuruhku untuk mencoba tinggal dengannya selama satu bulan.Yoo Ra memang menyukaiku, tetapi aku tidak menyukainya.Tentang pelukan tadi, Yoo Ra lah yang memulai.Dia memelukku saat aku pulang dari dorm tadi, dan mengapa aku menyebut Lime sebagai teman? Karena jika Yoo Ra tahu jika Lime adalah kekasihku, dia akan menganggu hidup Lime. Dan aku tak mau itu terjadi kepada Lime.
     “Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif” suara itu yang kudengar dari telfonku sejak tadi. Kenapa lime tidak mengangkat telfonku? Apakah dia mengganti nomornya? .Sekarang aku sangat mengkhawatirkannya.
Aku mencari lime karena sekarang sudah dini hari dan saat aku menghubungi Alice, dia mengatakan bahwa Lime belum pulang sejak siang tadi. Aku mencarinya ke tempat yang biasa dia kunjungi bersamaku.Taman bermain. Ya..dia memang suka anak kecil dan dia suka bermain ayunan di taman bermain itu. Katanya,saat kecil dia sering kesini. Dan dulu sebelum Lime debut, kami sering bermain kesini.Tetapi setelah Lime debut, kami jadi jarang kesini.
    Aku telah sampai ditaman bermain.Dan aku melihat telfon Lime hancur didekat ayunan.Berarti dia tadi kesini.Dan nomornya tidak aktif karena dia menghancurkan telfonnya.Sekarang aku jadi sangat mengkhawatirkannya.
     Aku berfikir kemana lagi aku harus pergi.Aku mengingat lagi kata-katanya sebelum kejadian ini.Dan aku mengingat sesuatu.Aku ingat saat terakhir kali dia katakan ingin pergi ke laut denganku, tetapi aku tidak bisa karena waktu itu jadwalku padat sekali.Dan akupun memutuskan untuk mencarinya ke pantai.
     Dipantai, aku tak melihat seorangpun. Tapi saat aku berjalan menuju sebuah gubuk tua di pesisir pantai, aku melihat Lime! Dia pingsan. Tubuhnya pucat dan tubuhnya sangat dingin karena tidak memakai Jaket ataupun sweater .Akupun membawanya ke mobilku dan mengantarnya ke rumah sakit.
Lime POV
     Aku membuka mataku perlahan-lahan.Aku lihat ditanganku ada selang-selang infus.Dan dihidungku terdapat selang oksigen.
“Dimana aku?” kataku sangat pelan.Dan yang lebih aku heran, ada Jiyoung oppa tidur disampingku sambil memegang tanganku.Aku menarik tanganku yang Jiyoung oppa pegang dan mengakibatkan dia bangun dari tidurnya.
“Ehmm..Lime?Kau sudah sadar?” tanyanya sambil sedikit mengusap dahiku.
“Jangan sentuh aku!Dan kenapa aku bisa ada disini?”Ucapku sambil menepis tangannya yang ada didahiku.
“Apa kau masih marah?Kau disini karena kemarin aku menemukanmu pingsan di sebuah gubuk tua di pesisir pantai” katanya menjelaskan.
“Kenapa kau membawaku kesini? Aku tidak apa-apa! Aku ingin pulang!”Ucapku sambil mencoba untuk bangun dari tidurku.
“Jangan dulu bangun.Kata dokter kau harus dirawat selama tiga hari” Katanya sambil tersenyum padaku.
“Apa pedulimu hah? Kemana Yoo Ra mu itu?Kenapa kau malah mengurusiku? Pergi sana! Pengkhianat!”Kataku menyentaknya.
“Lime..maafkan aku, kemarin aku tidak bermaksud untuk begitu” 
“Maaf katamu? Kau tidak bisa merasakan sakit yang aku rasakan! Bagaimana bisa kau meminta maaf segampang itu!”
“Tapi Lime aku tidak bermaksud..”
“Aku tak perduli!”Akupun mencoba untuk berdiri dan mencabut selang infus yang ada ditanganku.Aku tidak perduli darahku mengalir.Aku hanya ingin pergi dari sini.Aku tidak mau bertemu dengannya.Aku benci dengannya. Dan sekarang aku akan mengemasi barang-barangku di Apartemen dan pergi ke tempat yang tak ada seorangpun tahu.
     Di apartemen, akumenyiapkan barang-barangku dan passportku . Aku tidak perduli managerku akan mencariku nanti. Yang peting sekarang adalah aku pergi dari sini.
     Aku bergegas membawa koperku dan membuka pintu apartemenku. Dan aku terkaget melihat Jiyoung oppa sudah berada di depan pintu apartemenku. Dia langsung memelukku dan mengatakan “mianhae”.
Jiyoung POV
     Aku menunggunya di depan pintu apartemennya. Dan saat dia keluar dari apartemennya aku langsung memelukknya dan berkata “mianhae”
“Mianhae Lime..aku tahu aku salah” Kataku. Dia melepas koper yang dibawanya dan langsung menangis di pelukanku.
“Semua yang kau lihat kemarin, itu hanya salah sangka.Yoo Ra adalah anak teman ibuku.Dan kami dijodohkan.Ibuku pun menyuruhku untuk tinggal dengannya selama satu bulan. Tetapi sungguh tidak ada yang terjadi” Kataku 
“Tapi, aku melihatmu berpelukan dengannya!Apa kau masih mau mengelak? Hiks hiks” Katanya sambil menangis.
“Tentang pelukan itu, dia yang memulainya bukan aku. Sungguh Lime It’s Not Like You Think” Jawabku
“Dan kenapa kau menyebutku teman? Kau tau kan aku ini kekasihmu Kwon Ji Young! Hiks hiks” Katanya lagi dengan tangisan yang semakin kencang.
“Soal itu..karena jika aku mengatakan kau kekasihku, dia akan membahayakan keselamatanmu. Dia tak segan segan menganggu hidupmu.Aku tidak mau itu terjadi padamu.Mianhae ne?”
“Kenapa kau tak menceritakan kepadaku dari awal hah? Hiks”
“Karena aku takut kau akan sakit..karena aku tahu ini pasti akan menyakitimu, jadi aku menyembunyikannya darimu.. sekarang maaafkan aku ne?”
“Tapi kau harus janji takkan mengulanginya..”
“Ne..Aku berjanji” Jawabku.
Akupun mencium keningnya dan menghapus air matanya. Aku mengusap-ngusap rambutnya.Dia masih menangis dipelukanku. Tapi aku mengerti, dia menangis seperti ini karena dia sayang dan cinta padaku dan tak mau kehilangan aku…

setiap pejalan cinta seseorang, pasti akan ada rintangan pada hubungannya..

No comments:

Post a Comment