Saat istirahat aku duduk di taman sekolah sambil membaca novel, lalu tiba-tiba ada yang duduk disampingku saat aku menengok ternyata itu si Afriza! . Dia lalu mendekatiku dan bertanya "Nama lo siapa ? Kemaren kita belom sempet kenalan kan"
Hah? Si Afriza menanyakan namaku ? Aku sempat bingung juga tapi akhirnya aku menjawab "A-aaila"
"Kenapa sih lo grogi banget santai aja kali gue juga gak akan ngegigit elo"
"Siapa yang grogi ? Aku cuman lagi gak enak badan aja kok" aku beralasan karena jika aku mengakui aku grogi pasti aku akan maluuuuu sekali ...
"Ke kantin yuk" Si Afriza tiba-tiba nyerocos
Hatiku serasa ingin meledak, Seorang Afriza ? Ngajak aku ke kantin ? IT WAS SO IMPOSSIBLE!
"Ke kantin.. eeh iya deh" akhirnya aku mengiyakan ajakannya saat aku berjalan orang-orang disampingku menatapku dengan wajah tidak suka dan ada juga yang melihatku takjub . Mungkin karena aku berjalan dengan seorang laki-laki yang JUTEEEEEEEEEEEEEEEEEEK sekali...
Di Kantin,aku sangat merasa tidak nyaman karena orang-orang memperhatikanku dengan tatapan aneh . Akupun memesan makanan bersama Afriza . Hingga bel pun berbunyi dan kami pun harus kembali ke kelas kami .
Mulai saat itu aku semakin dekat dengan Afriza, hingga suatu hari aku diajak bermain ke rumahnya, aku juga sempat tidak percaya tetapi ini memang kenyataan . Saat aku memasuki rumah Afriza kulihat rumah yang sangaat besar tetapi hanya berisikan pembantu-pembantu dan si Afriza saja, aku tidak melihat kedua orang tuanya . Aku pun bertanya "Orang tua kamu kemana?" diapun menjawab "Orang tua gue ? Mereka pada sibuk diluar negeri" Aku pun langsung terdiam mendengarnya .
Aku menghiburnya dengan menari-nari layaknya badut yang berada di pesta ulang tahun. Dan saat itu sesuatu yang menakjubkan terjadi... Dia tertawa! Seumur hidup aku baru melihatnya tertawa,setauku dia tidak pernah tertawa . Semenjak saat itulah aku mempunya Rasa yang tidak biasa aku tidak tahu itu apa.. Tapi banyak orang yang menyebut itu cinta <3
Seminggu kemudian aku tidak melihat Afriza di sekolah . Dan saat aku melihat keberadaannya dirumah ternyata dia baru saja pergi ke bandara untuk pindah ke Amerika, aku menangis didepan rumahnya . Tapi pembantunya bilang kalau Afriza baru saja berangkat dan mungkin masih bisa kukejar . Aku pun segera menghentikan taksi dan menyuruhnya mengantarku ke bandara .
Dan saat aku sampai bandara akupun melihat Afriza,aku langsung berteriak "Afrizaaaaaaa!" dia menengok dan berhenti berjalan . Aku langsung berlari mendekatinya dan menagis dihadapannya sambil memintanya untuk jangan pergi dan akhirnya Afriza mendekapku <3
~END
No comments:
Post a Comment